Minggu, Oktober 05, 2014

kenangan manis

        Kenangan Indah Di Masa Putih Biru

    Nama lengkap ku Siti Nadliroh Zulfa, aku biasa di panggil Zulfa. Aku lahir pada tanggal 21 Juni 1998. Saat ini aku bertempat tinggal di Dusun Ringin Anom Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Saat ini Aku duduk di kelas X MA Miftahul Huda, aku termasuk siswi yang cerewet, sedikit bandel sih tapi tetep baik hati, hehe...
          Hmmm, kisah ku ini merupakan kisah masa putih biru ku (SMP). Pada jenjang awal tersebut, aku mulai tertarik dengan seorang cowok. Awalnya, aku gak suka sama cowok itu, karena dia jail, usil, resek pokonya. Sebel kalau aku deket sama dia, tiap hari kerjaanya ngusilin aku terus, kan gak lucu kalau di usilin tiap hari. Meskipun dia kakak kelas ku dan aku pun baru mengenalnya sekitar satu bulan yang lalu, tapi dia gak pernah canggung untuk bergurau dengan adik kelasnya. Dia kakak Kelas yang ramah, ternyata dia alumni Sekolah ku juga, sekarang dia duduk Di kelas X MA yayasan Miftahul Huda.
          Awalnya, aku bingung dengan perasaan ini. Aku hanya bisa memikirkanya dalam hati, dulu aku gak suka tapi sekarang aku jadi deg – degan setiap dekat dengan dia, ternyata benci itu bisa menjadi cinta, dan sebaliknya jika cinta berlebihan itu juga bisa menjadi benci.  Tapi lucu kali ya punya pacar kakak kelas yang dulu pernah gangguin kamu haha J... aku tertawa geli. Aku pun hanya bisa memendam rasa ini, gak mungkin juga aku ngungkapin ini ke dia, masa cewek ngomong duluan, itu pantangan untuk ku, meskipun dia tetap cuek dengan kode yang ku berikan.
          Aku pun menyadari rasa yang tumbuh dalam hati ini rasa yang tak wajar, aku tahu dia sudah ada yang punya, pupus sudah harapan ku untuk mendekatinya L. Mungkinkah, dia cinta pertama ku... setiap sholat tak lupa ku selipkan do’a untuknya, hanya satu yang ku pinta kepada-Nya, Ya Allah, apabila dia jodoh ku dekatkanlah dia tetapi jika dia bukan jodoh ku tabahkanlah hati ku untuk melepaskan dia. Ternyata perasaan ku tak terbalas olehnya,  Meskipun hati ku sudah terkoyak, ternyata  aku tetap care sama dia.
          Aku pun sadar jika aku terus memelihara perasaan ini aku termasuk orang yang egois, karena aku hanya mementingkan perasaan pribadi ku tanpa memikirkan perasaannya. Jadi, ku putuskan untuk perlahan melupakan dia meskipun itu sangat berat dan sakit rasa hati ku. memang dia ku cinta tetapi ku tanam kan prinsip bahwa cinta itu tak harus memiliki, cukup ketika ku melihat dia tersenyum aku pun ikut bahagia. Walapun dia tersenyum karena orang lain, aku pun ikhlas melepaskannya.
          Beberapa lama kemudian aku tertarik pada seorang cowok, dia teman satu kelas ku. Ya????  bisa di bilang dia teman kecilku semasa SD, aku juga heran kenapa ini bisa terjadi. Kalau di pikir – pikir lucu juga sih, sahabat jadi cinta kayak lagunya Zigas tu hehe J... hem, kata anak-anak sih kita cocok. Awalnya, aku gak yakin sama dia aku takut kalau ini Cuma permainannya. Aku tidak mau sakit hati untuk yang ke dua kalinya. Karena, sakit hati itu sulit obatnya sesuai dengan kata pepatah luka karena pisau bisa sembuh dengan cepat, tapi kalau luka dalam hati sangat sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyembuhkannya. Jadi, sekarang aku harus lebih hati – hati untuk mengenal dan memilih cowok.
          Akhirnya, aku pun memberanikan diri untuk menerimanya. Setelah berapa lama aku menjalani hubungan itu, ketakutan pun perlahan hilang walaupun ada sesekali yang mengacaukan hubungan kita, tetap saja nggak berhasil mematahkan hubungan ini. Malah pernah suatu hari, ada seorang cewek menelfon ku. Cewek itu tiba – tiba bilang kalau dia adalah cewek pertama dari cowok ku. Aku hanya bisa diam dan hati ku bertanya - tanya, apa aku harus percaya dengannya? Tak membuang banyak waktu aku pun sengera menanyakan hal itu pada salah satu teman ku yang kebetulan dia teman dekat cowok ku.
          Setelah aku bertanya kepadanya, dia pun menjawab “aku hanya tau kalau cowok kamu itu cuma punya satu cewek yaitu kamu” aku tak tahu harus bagaimana aku pun bertanya langsung sama cowok ku. Dia hanya berkata “aku tidak mengenal cewek yang baru saja menelfon kamu” aku pun hanya bisa terdiam aku tak tahu harus gimana lagi, Sampai dia pun meminta nomor handphone ku, dia pun membawa nomor handphone ku selama dua hari.
          Anehnya, saat nomor ku di bawa dia, cewek itu tidak menelfon ku sama sekali. Andai aku tahu nomor dia pasti ku telfon balik cewek itu, sialnya ketika dia menelfon ku nomor dia tidak di ketahui. Hem, makin jengkel aku sebenarnya siapa sih dia. Kok beraninya cuma di telephone doang, memang boleh mengakui pacar orang. Tapi, tolong dilihat dulu orangnya pakai ngatain orang pula kan gak sopan. Tapi, hal itu tak menjadi masalah asalkan kita bisa saling percaya satu sama lain. Dan Alhamdulillah berkat kejadian itu hubungan kami tetap berjalan sampai sekarang.

........Itu Kisah Ku apa Kisah mu? J ......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar