Kenangan Indah Di Masa Putih Biru
Nama lengkap ku Siti Nadliroh Zulfa, aku biasa di
panggil Zulfa. Aku lahir pada tanggal 21 Juni 1998. Saat ini aku bertempat
tinggal di Dusun Ringin Anom Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Saat ini Aku
duduk di kelas X MA Miftahul Huda, aku termasuk siswi yang cerewet, sedikit
bandel sih tapi tetep baik hati, hehe...
Hmmm, kisah ku
ini merupakan kisah masa putih biru ku (SMP). Pada jenjang awal tersebut, aku
mulai tertarik dengan seorang cowok. Awalnya, aku gak suka sama cowok itu,
karena dia jail, usil, resek pokonya. Sebel kalau aku deket sama dia, tiap hari
kerjaanya ngusilin aku terus, kan gak lucu kalau di usilin tiap hari. Meskipun
dia kakak kelas ku dan aku pun baru mengenalnya sekitar satu bulan yang lalu,
tapi dia gak pernah canggung untuk bergurau dengan adik kelasnya. Dia kakak
Kelas yang ramah, ternyata dia alumni Sekolah ku juga, sekarang dia duduk Di
kelas X MA yayasan Miftahul Huda.
Awalnya, aku
bingung dengan perasaan ini. Aku hanya bisa memikirkanya dalam hati, dulu aku
gak suka tapi sekarang aku jadi deg – degan setiap dekat dengan dia, ternyata
benci itu bisa menjadi cinta, dan sebaliknya jika cinta berlebihan itu juga
bisa menjadi benci. Tapi lucu kali ya
punya pacar kakak kelas yang dulu pernah gangguin kamu haha J... aku tertawa geli. Aku pun hanya bisa memendam
rasa ini, gak mungkin juga aku ngungkapin ini ke dia, masa cewek ngomong
duluan, itu pantangan untuk ku, meskipun dia tetap cuek dengan kode yang ku
berikan.
Aku pun menyadari
rasa yang tumbuh dalam hati ini rasa yang tak wajar, aku tahu dia sudah ada
yang punya, pupus sudah harapan ku untuk mendekatinya L. Mungkinkah, dia cinta pertama ku... setiap sholat tak
lupa ku selipkan do’a untuknya, hanya satu yang ku pinta kepada-Nya, Ya
Allah, apabila dia jodoh ku dekatkanlah dia tetapi jika dia bukan jodoh ku tabahkanlah hati ku untuk
melepaskan dia. Ternyata perasaan ku tak terbalas olehnya, Meskipun hati ku sudah terkoyak, ternyata aku tetap care sama dia.
Beberapa
lama kemudian aku tertarik pada seorang cowok, dia teman satu kelas ku.
Ya???? bisa di bilang dia teman kecilku
semasa SD, aku juga heran kenapa ini bisa terjadi. Kalau di pikir – pikir lucu
juga sih, sahabat jadi cinta kayak lagunya Zigas tu hehe J... hem, kata anak-anak sih kita cocok.
Awalnya, aku gak yakin sama dia aku takut kalau ini Cuma permainannya. Aku
tidak mau sakit hati untuk yang ke dua kalinya. Karena, sakit hati itu sulit
obatnya sesuai dengan kata pepatah luka karena pisau bisa sembuh dengan
cepat, tapi kalau luka dalam hati sangat sulit dan membutuhkan waktu yang
sangat lama untuk menyembuhkannya. Jadi, sekarang aku harus lebih hati –
hati untuk mengenal dan memilih cowok.
Akhirnya,
aku pun memberanikan diri untuk menerimanya. Setelah berapa lama aku menjalani hubungan
itu, ketakutan pun perlahan hilang walaupun ada sesekali yang mengacaukan
hubungan kita, tetap saja nggak berhasil mematahkan hubungan ini. Malah pernah
suatu hari, ada seorang cewek menelfon ku. Cewek itu tiba – tiba bilang kalau
dia adalah cewek pertama dari cowok ku. Aku hanya bisa diam dan hati ku
bertanya - tanya, apa aku harus percaya dengannya? Tak membuang banyak waktu
aku pun sengera menanyakan hal itu pada salah satu teman ku yang kebetulan dia
teman dekat cowok ku.
Setelah
aku bertanya kepadanya, dia pun menjawab “aku hanya tau kalau cowok kamu itu
cuma punya satu cewek yaitu kamu” aku tak tahu harus bagaimana aku pun bertanya
langsung sama cowok ku. Dia hanya berkata “aku tidak mengenal cewek yang baru
saja menelfon kamu” aku pun hanya bisa terdiam aku tak tahu harus gimana lagi,
Sampai dia pun meminta nomor handphone ku, dia pun membawa nomor handphone ku
selama dua hari.
Anehnya, saat
nomor ku di bawa dia, cewek itu tidak menelfon ku sama sekali. Andai aku tahu
nomor dia pasti ku telfon balik cewek itu, sialnya ketika dia menelfon ku nomor
dia tidak di ketahui. Hem, makin jengkel aku sebenarnya siapa sih dia. Kok
beraninya cuma di telephone doang, memang boleh mengakui pacar orang. Tapi,
tolong dilihat dulu orangnya pakai ngatain orang pula kan gak sopan. Tapi, hal
itu tak menjadi masalah asalkan kita bisa saling percaya satu sama lain. Dan
Alhamdulillah berkat kejadian itu hubungan kami tetap berjalan sampai sekarang.
........Itu Kisah Ku apa Kisah mu? J ......